Kamis, 14 Februari 2019

setelah sekian lama, ternyata aku masih merindukanmu, sahabatku.

haai.. kamu yang pernah mengisi hari dan mendengar keluhanku dengan sabar, tak terasa ini sudah 5 tahun kita memutuskan untuk tidak berbagi kabar, izinkan aku untuk mengenang sedikit serpihan dimasa itu.
banyak hal yang kita lalui bersama. bagiku kau itu seperti saudara, sebab sabar menghadapi keegoisanku dan memenuhi permintaanku saat kau berhasil mengerjakan ujian, tempat aku menumpahkan ceritaku namun dengan senang hati kau mendengarnya, sabar menghadapi keusilanku yang tak jarang membuatmu kesal, dan sabar mengajarkan pelajaran matematika yang menjengkelkan itu. hingga aku tidak pernah berpikir kalau kita akan menjauh satu sama lain. sebelumnya kita juga sering berselisih paham, tapi pada akhirnya kita mampu menyelesaikan masalah itu bersama, entah kau yang memulai berdamai atau aku. hingga setiap kali kita berselisih, aku yakin kita akan kembali melempar senyum, begitu kuatnya keyakinanku terhadap hubungan persahabatan kita. hingga pada suatu hari, konflik yang begitu berat itu datang hingga benar-benar menguji hubungan kita, yang nyatanya gagal kita selesaikan. entah kau ataupun aku pada akhirnya memutuskan untuk menjauh, mengubur persahabatan kita, dan memilih menjadi dua orang asing.
semenjak itu, aku masih berharap kalau hubungan kita masih bisa diperbaiki, dengan segala keberanianku, kucoba untuk mendekatimu namun yang kudapat tetap gestur menjauh dan perbincangan yang canggung. kau tahu, itu sangat menyakitkan. bertengkar denganmu rasanya membuat aku sakit ketimbang patah hati sekalipun. pada akhirnya kuterima sikapmu dengan ikhlas dan mencoba paham bahwa hubungan ini benar-benar sudah berakhir. walaupun demikian, diam diam aku sering memflashback kenangan saat kita masih bersama, saat mengingat itu terkadang aku tersenyum dan sedih disaat bersamaan. sering kudengar teman-teman kita bercerita tentangmu dan kelucuan yang kalian alami saat jalan-jalan bersama, seandainya kita masih berbaikan aku akan protes kepadamu yang bisa-bisanya jala-jalan tanpa aku. namun, lagi-lagi aku harus menyadarkan diriku, kalau kau tak lagi membutuhkan teman seperti aku.
sering kulihat kau tertawa dan berbincang tanpa canggung bersama mereka, sahabat barumu. apa memang kita harus mencari sahabat baru, bagiku itu sangat sulit. sebab, berapa banyakpun temanku aku masih saja menginginkanmu untuk tempat berceritaku. untuk itu kuputuskan tetap peduli denganmu, dengan alasan yang sama, walaupun kau menganggap aku bukan teman lagi, tak apa aku akan tetap peduli kepadamu. tidak jarang aku menanyakan kabarmu kepada teman-teman barumu, hanya karena kau sahabatku. setelah mengetahui itu, aku tak menyangka kau begitu marah dan "menyerangku" dengan menyatakan bahwa kau sudah tak peduli lagi denganku, jadi akupun tak berhak peduli kepadamu. saat itu aku hanya diam, tidak mampu menjawab sebab kata-kata itu mampu membuatku sakit dan benar-benar berubah.
tapi aku harus berterimakasi kepadamu, sebab jika dulu ketika aku merindukanmu, aku hanya bisa menangis, namun sekarang, ketika aku merindukanmu, aku cukup mengingat kata-katamu yang menyatakan ketidakpedulian kepadaku, karena ketika aku mengingat itu, akhirnya rindu kepadamu bisa hilang dan terobati.
Setelah lima tahun, bagaimana kabarmu wahai sahabatku? bagaimana kuliahmu? walau barang sedikit adakah rindu dihatimu untukku? atau kau memang betul-betul menghapusku, menghapus memori tentang kebersamaan kita? mungkin kau sudah mendapat sahabat barukan, namun tidak untukku. walau aku memiliki banyak teman, aku belum bisa menemukan yang sepertimu, berselisih denganmu akhinya membuat aku sadar bahwa "kita tidak bisa menemukan pribadi yang sama dalam jiwa yang berbeda". sesekali bayanganmu juga terlintas dikepalaku yang pada akhirnya membuat aku lagi-lagi  merindu, apa kau pernah merasakan ketika kau merindukan seseorang kau tidak mampu mengatakannya bukan karena tidak berani, karena orang yang rindumu tertuju tidak peduli kau rindu atau tidak, jika tidak, kuberitahu rasanya sangat sakit.
dimanapu kau berada, mudah-mudahan kau membaca tulisan ini sahabat, aku harap walaupun bukan sebagai sahabat menjadi dua orang yang saling mengenal itu sudah sangat cukup.

L.A 14 februari 19.